Pesona Jemani

Pesona Jemani
Jemani indukan

Minggu, 05 Januari 2014

Mengenal ciri dan Karakter Jemani Pagoda


Jemani Pagoda
Disebut Jemani pagoda karena tumbuh daunnya sedikit bergelombang. Stang hingga lebar dauannya tumbuh lurus dan tegak keatas sehingga tampilannya seperti sebuah bangunan pagoda. Daunnya tebal dan berwarna hijau tua. Dan apabila diraba daunnya menyerupai lembaran plastic yang tebal. Jemani jenis ini juga termasuk jarang dipasaran, akibatnya harganya melambung tinggi. Meskipun begitu, para penghobi maupun kolektor banyak yang mencari untuk dikoleksi. Jemani jenis karakter memang cukup mudah untuk dikenali sehingga cukup melihat karakternya saja dari bentuk daun dan stangnya bisa dipastikan jenis jemani tersebut adalah jenis jemani berkarakter pagoda.


Semoga artikel diatas bermanfaat bagi anthuriumania untuk mengembangkan hobinya dan menjadi sedikit sebagai referensi untuk mengenal jenis atau karakter jemani yang hendak dikoleksi maupun dibelinya.

Kamis, 12 Desember 2013

Kontes Anthurium Jemani 2013 / 2014

Kontes Anthurium Jemani  Solo Raya 2013 / 2014 



Semarak Miss World tidak memalingkan kita selaku hobbies tanamn hias terkhusus anthurium jemani, dalam menyemarakkan dunia kontes kencantikan, bukan kontes ala Miss World, tetapi kontes bergengsi ala anthurium jemani. Sang Maestro dan para pakar beserta kolektor maupun anthurium mania pun antusias dalam mengikuti kegiatan bersama tersebut. Beberapa rencana agenda kedepan pun telah disusun dengan baik , yang meliputi :
AGENDA KOMUNITAS ANTHURIUM SOLORAYA 
- Desember 2013 Kumpulan Rutin 3 bulanan + Latber
- Februari 2014 Kontes Regional di Tawangmangu/Karanganyar
- Maret 2014 Kumpulan Rutin 3 bulanan + Latber
- Juni 2014 Kumpulan Rutin 3 bulanan + Latber
- Agustus 2014 Kontes Nasional SoloRaya
- September 2014 Kumpulan Rutin 3 bulanan + Latber
- Desember 2014 Kumpulan Rutin 3 bulanan + Latber
Jadwal bersifat sementara.Dapat berubah menyesuaikan kondisi dan situasi. (Komunitas Anthurium Solo Raya)
Hal yang perlu diperhatikan ataupun beberapa yang menjadi faktor penentuan juara diantaranya :
  1. Dari jenis dan karakter jemani 
  2. Kesehatan dan kekompakan daun (roset) 
  3. Keunikan dan kelangkaan 
Koleksi Foto pada kontes Anthurium 2013
 

Kondisi kontes
Mari bersama-sama memajukan anthurium jemani,memunculkan varian-varian baru, melahirkan bibitan-bibitan jemani yang berkualitas. Yang terpenting tetap semangat dan istiqomah menjalani hobbies, bukan sekedar bisnis musiman, bak jamur dimusim penghujan. Demikian uraian singkat dari kami, semoga bermanfaat.

Rabu, 02 Oktober 2013

Perbanyakan dan Pembudidayaan Anthurium Jemani

      Perbanyakan anthurium dapat dilakukan dengan cara generatif (biji) maupun vegetatif (pemecahan anakan atau setek). Penyerbukan sendiri (selfpollnation) jarang terjadi sehingga harus dilakukan penyerbukan silang (cross pollination) secara buatan. Teknik ini, merupakan cara perbanyakan generatif yang paling tepat, terutama dalam kegiatanpemuliaan untuk menghasilkanbiji Fl hibrida, yang selanjutnya merupakan langkah untuk melahirkan jenis baru yang lebih bervariasi. 
 
  1. Salah satu contoh perbanyakan secara vegetatif adalah dengan pemotongan bonggol atau sering disebut dengan istilah Split.

Berikut contoh langkah pemotongan bonggol anakan anthurium.

1. Angkat Tanaman 
Cabut anthurium yang hendak dipotong dari medianya. Lakukan secara hati-hati supaya tidak merusak akarnya.Pilih tanaman yang sehat. Setelah tercabut, bersihkan media yang masih menempel pada bonggol alias batang berakar. Tujuannya supaya bonggol dan akar terlihat jelas sehingga memudahkan pcmotongan.

2. Potong Bonggol 
Bonggol lantas diiris menjadi dua bagian. Bonggol bawah dan bonggol atas yang berdaun. Pemotongan sebaiknya dilakukan dengan pisau, cutter atau alat pemotong lain yang tajam dansteril.Alat potong kurang tajam membuat potongan tidak rapi bahkan merusak bonggol. Kedua potongan itu harus punya akar. 

3. Oleskan Zpt 
Luka bekas potongan lantas diolesi zat perangsang tumbuh (ZPT). Tujuannya untuk merangsang potongan lebih cepat tumbuh. Masing-masing potongan diolesi ZPT yang berbeda. Bonggol bagian bawah diolesi perangsang tunas agar cepat membentuk daun baru. Sementara potongan bonggol atas diolesiperangsang akar agar akar lebih cepat diperbanyak.

4. Tanam Kembali 
Kedua bagian potongan lantas ditanam dalam pot terpisah.Gunakan media tanam steril dan porus. Komposisinya bisa bermacam -macam. Semisal campuran pakis dan andam kasar (komposisi 3:1). Jangan lupa dasar pot diberi potongan stirofoam atau bahan lain untuk memudahkan drainase. Berbeda dengan anakan hasil semai biji, yang bisa punya karakter lain dari induknya. Perubahan karakteranakan juga bisa terjadi karena genetik sanginduk belum kuat betul. Terutama terjadi pada anthurium hasil mutasi dan silangan, baik alami maupun rekayasa manusia. Selain itu karakter berbeda bisa terjadi karena kawin silang alami atau tak disengaja. Kemungkinan silang alami semakin besar kalau ada banyak varian anthurium sedang berbunga di sekitar induk. Apalagi kalau pembuahan tidak dilakukan dengan sistem tertutup. Kemungkinan ada kontaminasi bunga varian anthurium lain dan terjadi persilangan alami.
Penyemaian Biji
Buah yang sudah dipanen dilepaskan dari tongkolnya dan dipisahkan dari kulit buahnya dengan cara dipijit. Karena biji anthurium dilapisi daging buah yang menyerupai lendir, maka biji harus direndam terlebih dahulu. Perendaman dilakukan dengan menggunakan air bersih selama 1 hari atau dalam akuades selam 10 menit. Setelah itu, biji dieuci pada air mengalir sambil diremas-remas untuk  melepaskan  lendimya sampai biji bersih dan terasa kesat.

Langkah 1 : Penyediaan Media Semai
Selanjutnya disiapkan media persemaian berupa arang sekam dalam pot berdiameter 15 cm, kemudian dibasahi atau disiram.Untuk mempertahankan kelembapan,pot diberi alas berupa baki plastik yang diisi air. 

Langkah 2 : Penyemaian Bibit 
Biji yang sudah bersih disebar di atas media yang telah disiapkan, kemudian diberi label silangan dan tanggal penyemaian, lalu ditutup dengan kaca transparan. Selang 3 hari, kecambah akan mulai tumbuh, ditandai dengan keluamya akar dengan bulu-bulu halus berwama putih dan diikuti oleh tumbuhnya kuncup daun pada hari ke-7.Pada  umur 14 hari, penutup dibuka. 

Langkah 3 : Pemindahan Bibit 
setelah bibit berumur 3040 hari,bibit tersebut dipindahkan ke kompot yang berupa bak plastik berukuran 45 cm x 35 cm yang bagian bawahnya sudah dilubangi dan diisi media arang sekam + kompos bambu halus dengan perbandingan 1 : 1 Bibit ditanam dengan jarak 2 cm x 2 cm. 
Langkah 4 : Pemindahan dalam pot satu persatu bibit
Setelah bibit berumur 3-4 bulan, bibit sudah siap untuk ditanam dalam pot atau di lapang.

Pemeliharaan Bibit
Pemeliharaan bibit perlu dilakukan sebaik mungkin, terutama penyiraman dan pemupukan nya. Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari sesuai dengan keadaan cuaca, terutama harus diperhatikan jangan  sampai ada air yang menggenang. Apa bila keadaan cuaca mendung, penyiraman dapat dilakukan cukup 2 hari sekali. Untuk mempercepat pertumbuhan, perlu dilakukan pemupukan. Pemupukan anthurium bergantung pada media yang digunakan, kondisi cahaya, umur tanaman, dan kultivar anthurium. Pemupukan dapat menggunakan dua macam pupuk yaitu pupuk daun untuk menyuburkan daun,& pupuk majemuk untuk memberi nutrisi di daerah perakaran. Takaran yang digunakan untuk pupuk daun adalah 1-1,5 g/1 dengan cara disemprotkan di sekitar daun, dilakukan 1 minggu sekali. Untuk pupuk majemuk NPK, pupuk dilarutkan dalam air dengan takaran 1 g/1 air. Larutan pupuk disiramkan di sekitar akar tanaman dan dilakukan 2 minggu sekali.

















Jumat, 20 September 2013

TEKNIK SPLIT JEMANI




KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEKNIK SPLIT

            Perbanyakan Anthurium bisa dilakukan dengan biji dan split ( pemisahan ). Mengenai cara dan tekniknya sudah banyak ditulis di media massa ataupun artikel di Internet. Disini saya hanya menulis tentang apa saja yang harus diperhatikan dalam proses split Anthurium.

           Cara split bisa dilakukan pada saat masih anakan ( memisahkan dengan menyisakan sedikit umbi bonggol untuk tumbuhnya akar dan tunas. Paling mudah dilakukan pada Anthurium yang tumbuh rumpun lebih dari satu ( tinggal memisahkan rumpun satu dengan yang lain ).Pada tanaman dewasa ( induk ), teknik split dilakukan dengan memotong bonggol menjadi beberapa bagian selama masih ada ruas tunas pada bonggol dan sedikit akar akan memunculkan tunas anakan baru. 

           Kelebihan cara ini adalah pertumbuhan yang lebih cepat tumbuh besar dibandingkan Anthurium yang berasal dari biji. Dan kelemahan teknik split adalah sosok Anthurium sulit untuk tumbuh roset dan kompak, baik tajuk daun ataupun besar dan panjang daun terlihat kurang proporsional.Tetapi hal ini bisa diantisipasi dengan perawatan yang bagus dan proses penyinaran matahari yang merata untuk membentuk tajuk daun yang bagus.

           Apakah produktivitas indukan yang berasal dari split akan menurun dibandingkan indukan dari biji ? Menurut pengalaman saya memang indukan dari split akan menurun tapi tidak terlalu jauh perbedaannya dengan indukan dari biji. Dalam ilmu tanaman memang mengatakan demikian. Tapi perlu diketahui bahwa jumlah biji dari tongkol juga dipengaruhi oleh proses penyerbukan dan kebutuhan nutrisi yang memadai. Masing-masing jenis pada tanaman Anthurium juga berbeda besar tongkol dan produktivitas biji yang dihasilkan. Misal, Tongkol Gelombang Cinta bisa menghasilkan ribuan biji yang tentu saja berbeda dengan jenis Hybrid seperti Black Beauty yang hanya bisa menghasilkan ratusan biji dalam setiap tongkolnya.

Supaya proses split berhasil sesuai keinginan, beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :

  1. Tanaman yang akan displit ( pemisahan ataupun potong bonggol ) harus dalam keadaan sehat bebas dari gangguan hama penyakit ataupun kurang nutrisi.Jika terserang jamur maka harus diobati dulusampai benar-benar sembuh.
  2. Gunakan pisau yang tajam dan steril untuk menghindari kebusukan pada bekas luka pemotongan.
  3. Berikan Fungisida / Anti jamur pada luka potongan.
  4. Tempatkan tanaman ataupun bonggol yang baru displit ditempat yang teduh bebas dari sinar matahari sampai pertumbuhan tunas terlihat.
  5. Kelembaban media tanam harus dijaga jangan sampai terlalu basah, bisa menggunakan pasir sebagai campuran
  6. Pada bonggol yang muncul beberapa tunas jangan terburu-buru untuk memisahkannya. Tunggu sampai muncul 2-3 daun.
  7. Berikan nutrisi perangsang tumbuhnya akar dan tunas dengan dosis yang benar.
  8. Jika beberapa tunas baru tidak tumbuh seimbang (yang satu sudah besar sedangkan yang lain pertumbuhannya berhenti), pisahkan dengan menyisakan akar yang lebih banyak untuk tunas yang lambat tumbuhnya. Semoga Bermanfaat.

Sumber Data: http://dk-breakthrough.blogspot.com

Sabtu, 14 September 2013

Beda Rumpun dan Double Head



Doubel head bisa saja masuk kelompok rumpun. Akan tetapi keduanya punya perbedaan karakter yang cukup tegas, sebagai berikut:

  1. Jenis rumpun punya pokok batang banyak atau punya kuncup pupus baru yang banyak, sedangkan double head hanya dua
  2. Jenis rumpun memang sejak awal (genetis) muncul dengan tunas baru dalam jumlah banyak yang muncul dari bawah (batang). Dapat juga muncul secara buatan (terkondisi). Jenis double head ibaratnya bayi kembar 2 dari satu biji muncul 2 tunas baru.
  3. Jenis rumpun sering mengalami "masalah" pertumbuhan. Yakni lambat tumbuh sehingga membentuk drawft alias kerdil compacta. Sedangkan double head bisa tumbuh normal hingga mencapai ukuran besar.
  4. Lantaran tumbuh tidak normal maka jenis rumpun seringkali mengalami mutasi bentuk daun. Bentuk daunnya tidak seperti normalnya, yakni ukurannya mengecil tidak seragam (tergantung posisi pupus daunnya). Sementara jenis double head lebih seragam karena posisi pupusnya yang normal.