Pesona Jemani

Pesona Jemani
Jemani indukan

Kamis, 06 Oktober 2011

Pendakian Gunung Lawu Lewat cemoro kandang


Rute Pendakian Gunung Lawu



PETA JALUR PENDAKIAN


Jalur pendakian dari cemoro kandang merupakan jalur pendakian yang masih berada di provinsi jawa tengah tepatnya daerah perbatasan antara jawa tengah dan jawa timur. Panjang jalur ini kurang lebih 12 km dikarenakan tipe jalurnya yang relatif landai. Pendakian gunung lawu via cemoro kandang membutuhkan waktu 8-9 jam untuk naik dan 5-6 jam untuk turun kembali. Pemandangan jalur ini cukup indah karena kita akan mengelilingi punggungan sehingga desa –desa di bawah dapat terlihat dengan jelas apabila cuaca cerah.
BASECAMP CEMORO KANDANG
Basecamp Cemoro Kandang berada di wilayah Jawa Tengah, pada ketinggian 1.946 m dpl dan pada posisi 07° 39′ 49″ LS dan 111° 11′ 14 ” BT. Disini terdapat sebuah pos pendaftaran sebelum melakukan pendakian, prasarana untuk pendaki disini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Cemoro Sewu. Adapun prasarana yang tersedia di tempat ini musholla, WC, kamar mandi, tempat pendaki menginap/beristirahat, pos jaga petugas dan aula yang cukup luas. Sumber air cukup tersedia melimpah disini. Di depan basecamp ini juga terdapat banyak warung – warung yang berjualan berbagai macam makanan yang berada tepat di pinggir jalan. Di sini untuk ijin pendakian, para pendaki akan dikenakan biaya sebesar Rp. 5000/orang yang sudah mencakup asuransi sebesar Rp. 2000. Selain itu untuk penitipan motor dikenakan biaya sebesar Rp. 5000/ malam.
POS I (Taman Sari Bawah)
Pos ini berada pada ketinggian 2.237 mdpl dan pada posisi 07° 39′ 00″ LS dan 111° 11′ 19″ BT. Pos ini berjarak lebih kurang sekitar 1 jam pendakian dari Cemoro Kandang. Pos ini berupa sebuah bangunan batu dan beratap seng, didalam pos ini bisa memuat kira kira 2 buah dome apabila ingin mendirikan dome didalamnya. didepan pos ini terdapat sebuah lembah yang didasarnya mengalir sebuah sungai. Disamping pondok ada areal untuk mendirikan tenda. Tidak ada sumber air di pos ini. Tipe treknya agak menanjak.
POS II (Taman Sari Atas)
Pos II ini juga berupa sebuah pondok dari Batu beratap seng yang didalamnya juga bisa memuat 2 buah dome. Sumber air bisa didapat jika turun sungai yang ada didasar lembah yang berada tepat didepan pos ini. Yang menarik dari pos ini kita bisa melihat kawah gunung ini yang dikenal juga dengan nama Kawah Candra Dimuka. Di pos ini terdapat areal yang luas untuk mendirikan tenda. Ketinggiannya 2.470 m dpl, posisinya 07° 38′ 33″ LS dan 111° 11′ 16″ BT, jarak pos ini sekitar 1 jam perjalanan dari pos sebelumnya. Tipe treknya agak menanjak.
POS BAYANGAN
Pos bayangan ini kira kira berada di tengah tengah jarak antara pos 2 dan 3. Waktu tempuh ke pos ini kurang lebih 1 jam. Di pos ini terdapat sebuah bangunan pos permanen yang diberi seng.
POS III (Penggik)
Pos III ini terletak persis di pertengahan dari jalur pendakian Cemoro Kandang ini, dengan posisi 07° 38′ 07″ LS dan 111° 11′ 03″ BT, ketinggian 2.780 m dpl dan berjarak sekitar 1,5 jam dari pos bayangan atau 2,5 jam dari pos 2. Jalurnya melingkar-lingkar dipunggungan dan ditengah jalan menuju antara Pos II dan Pos IV kita akan menemukan mata air pada posisi 07° 38′ 20″ LS dan 111° 11′ 00″ BT pada ketinggian 2.586 m dpl, tepat persis dipinggir jalan setapak. Mata airnya terlihat seperti cerukan kecil namun memiliki air yang bersih. Jalur menuju pos ini merupakan jalur terberat dan paling panjang dibanding jalur menuju pos – pos yang lain.
POS IV (Cokro Suryo)
Pos IV ini sangat luas dan memiliki sebuah bangunan baru beratap seng, akan tetapi pada pos ini tidak terdapat sumber mata air. Sebelum pos ini kita akan menjumpai sebuah mata air yang bernama Sendang Panguripan. Berada pada posisi 07° 37′ 54″ LS dan 111° 11′ 11″ BT. Disebut Cokro Suryo karena dilokasi pos ini terdapat batu berukir peninggalan zaman Majapahit. Ukiran batu tersebut berupa lingkaran yang bercahaya yang merupakan perlambang dari cakra yang bersinar. Lambang ini adalah merupakan lambang dari kerajaan Majapahit. Jarak tempuh ke pos ini kurang lebih 1,5 jam dari pos sebelumnya.
POS V (Perapatan)
Pos V ini merupakan satu-satunya pos Cemoro Kandang yang tidak mempunyai bangunan pondok. Pos ini merupakan sebuah tanah lapang dan di pos ini juga merupakan sebuah perapatan. Jika kita memilih jalur kekanan Ke arah puncak Hargo Dumilah, kekiri ke Hargo Tiling, sedangkan lurus ke Hargo Dalem. Pos ini sudah dekat jaraknya dari Hargo Dalem dan tidak ada sumber mata air. Jarak tempuh pos ini dari pos sebelumnya kurang lebih 30 menit dengan trek yang menurun dan pindah punggungan.
HARGO DALEM
Hargo dalem merupakan salah satu tempat favorit para pendaki untuk mendirikan tenda karena ditempat ini tersedia banyak tanah lapang dan terdapat sebuah warung yang siap menyajikan makanan bagi perut yang lapar mulai dari gorengan hingga makanan berat seperti nasi beserta lauknya. Ketinggian pos ini 3170 mdpl. Di sekitar daerah ini banyak bangunan yang disakralkan dan tempat bersemedi jadi jangan sampai salah masuk. Tempat ini merupakan tempat yang cukup strategis bagi anda yang ingin menyaksikan sun rise karena pemandangan dari tempat ini tidak terhalang bukit bukit. Jarak tempuh ke tempat ini dari pos prapatan kurang lebih 30 menit dengan trek yang mendatar.
PUNCAK HARGO DUMILAH
Puncak hargo dumilah merupakan puncak tertinggi dari tiga puncak yang ada di gunung lawu. Ketinggian puncak ini 3265 mdpl. Di daerah puncak ini terdapat sebuah bangunan yang bisa digunakan untuk beristirahat. Di tempat ini juga banyak terdapat daerah yang cukup lapang untuk mendirikan dome / tenda. Puncak ini terdapat sebuah tugu yang terbuat dari semen. Dari puncak ini kita bisa melihat daerah kawah gunung yang datar yang biasa digunakan oleh para pendaki untuk mengukir nama mereka dengan menyusun batu batu. Sehingga terlihat cukup menarik dari puncak ini. Jarak tempuh ke puncak ini kurang lebih 30 menit dari hargo dalem dengan trek yang menanjak 45 derajad.


Rute Pendakian Via Cemoro Sewu :

Cemoro Sewu-Pos I (Wesen-Wesen) 2100 mdpl : 1 jam pendakian
Pos I-Pos II ((Watu Gedek) 2300 mdpl : 1 jam 30 menit pendakian
Pos II-Pos III (Watu Gede) 2500 mdpl : 1 jam 30 menit pendakian
Pos III-Pos IV (Watu Kapur) 2800 mdpl : 1 jam 30 menit pendakian
Pos IV-Pos V (Jalatunda) 3000 mdpl : 1 jam pendakian
Pos V-Sendang Drajat 3100 mdpl : 45 menit pendakian

Sendang Drajat-Puncak Hargo Dumilah 3265 mdpl : 45 menit pendakian
Total perjalanan pendakian kami ke Puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu (3265 Mdpl) via Cemoro Sewu adalah 6 jam 55 menit ditambah kami melakukan istirahat 15 menit di masing2 setiap pos, maka total perjalanan pendakian kami adalah +8 jam perjalanan pendakian.

Rute Turun Dari Puncak Hargo Dumilah Via Cemoro Kandang :

Puncak Hargo Dumilah-Pos V 3150 mdpl : 30 menit perjalanan
Pos V-Pos IV (Cokrosuryo) 3025 mdpl : 45 menit perjalanan
Pos IV-Pos III (Penggik) 2760 mdpl : 1 jam 30 menit perjalanan
Pos III-Pos II (Taman Sari Atas) 2470 mdpl : 1 jam 30 menit perjalanan
Pos II-Pos I (Taman Sari Bawah) 2300 mdpl : 45 menit perjalanan
Pos I-Cemoro Kandang 1830 mdpl : 1 jam perjalanan
Total perjalanan kami turun dari Puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu (3265 Mdpl) Via Cemoro Kandang adalah 4 jam 30 menit ditambah kami melakukan istirahat 15 menit di masing2 setiap pos, maka total perjalanan kami turun adalah +6 jam perjalanan.


Rute Pendakian Gunung Lawu


Pendakian Gunung Lawu
Gunung ini Berada di timur laut kota Solo, dan dibawah administratif Karanganyar dan Magetan. Ketinggian gunung ini 3245m dpl dan puncaknya dikenal dengan nama Argo Dumilah. Gunung ini bisa didaki dari dua titik pendakian yaitu: Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu. Gunung Lawu juga berada diantara dua propinsi, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Didaerah puncak terdapat juga sebuah alun-alun yang merupakan bekas kawah yang sudah mati cukup lebar dan merupakan lokasi yang bagus untuk mendirikan tenda.
Didaerah sebelum puncak gunung ini juga terdapat sumber mata air yang dikeramatkan oleh penduduk setempat. Gunung Lawu merupakan salah satu gunung yang populer di Jawa, Bukan hanya karena ketinggiannya diatas 3000m dpl. akan tetapi didaerah puncak gunung ini juga kita temukan tempat petilasan Bung Karno. yang selalu dikunjungi oleh para penziarah. Jadi jangan heran kalau selama pendakian anda akan banyak bertemu dengan pendaki yang gaya dan pembawaannya berbeda dengan pada umumnya para pendaki gunung. Gunung ini mempunyai kawah di bagian pinggang gunung, bukan di puncak. Kawah ini bisa dilihat dari jalan setapak rute Cemoro Kandang, Gunung Lawu merupakan gunung yang bermedan terbuka dan minim pohon. terutama sekali setelah Pos V medan terbuka hanya ditumbuhi oleh rerumputan dan semak. Gunung Lawu ini jika dilihat dari kota Solo tampak seperti kepala raksasa yang sedang tidur terletang.
Berikut ulasan mengenai jalur dari Cemoro Sewu Jawa Timur, photo-photonya diambil saat perayaan Satu Suro. Untuk akses transportasi, dari Solo naik bus jurusan Tawang Mangu dengan ongkos Rp.4.000,- per orang, kemudian dilanjutkan dari Tawang Mangu menuju Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu dengan memakai kendaraan L300 atau ELF sperti mobil box yang diberi pintu dibelakangnya. Kendaraan ini bertarif Rp.3.000,- per orang

Rute Pendakian

Cemoro SewuCEMOROSEWU
Cemoro Sewu ini terletak setelah Cemoro Kandang dan berada di wilayah Jawa Timur. Dengan ketinggian 1818 m dpl dan berada pada posisi 07° 39' 52" LS dan 111° 11' 29" BT. Rute Sepanjangnya 6.5 km, berupa jalan makadam mulai desa sampai mendekati puncak. dari Cemoro Sewu dibutuhkan waktu 6-7 jam untuk pendakian dan 4-5 jam untuk turun. Disini terdapat sebuah gerbang dan loket lapor, didaerah ini ada banyak warung. Selain itu juga terdapat sebuah camping ground. Jalur setapak hingga pos satu sangat bagus dan berbatu serta bisa ditempuh oleh kendaraan 4x4.
Pos IPOS I (WESEN-WESEN)
Berjarak sekitar kurang lebih 2.9 km dari gerbang Cemoro Sewu, Pos I ini terletak pada ketinggian 2.203 m dpl serta pada posisi 07° 39' 03" LS dan 111° 11' 41" BT. Jalan setapak masih bagus dan tanjakan belum begitu curam. Di pos ini tidak terdapat sumber air.
Pos IIPOS II (WATU GEDEG)
Setelah melewati Pos I jalan setapak masih berupa batu-batu, dan setelah berjalan dengan jarak lebih kurang 5.2 km, akan sampai di Pos II yang disebut juga dengan Pos Watu Gedeg. Pos ini terletak pada ketinggian2.589m dpl, berada pada posisi 07° 38' 26" LS dan 111° 11' 42" BT. Di pos ini juga tidak terdapat sumber air. Ketinggian 2.589 m dpl.

Pos IIIPOS III (WATU GEDE)
Jarak dari Pos II ke Pos III ini adalah jarak yang paling jauh lebih kurang sekitar 6.2 km. Pos ini berada pada mendan yang sedikit miring akan tetapi ada bebrapa tempat datar yang bisa untuk mendirikan tenda. Berada pada posisi 07° 38' 13" LS dan 111° 11' 41" BT. Di Pos Watu Gede ini tidak ada sumber air. Ketinggian 2.787 m dpl
POS IV (WATU KAPUR)
Seperti halnya pos-pos terdahulu disini tidak tersedia mata air, tapi kita bisa menikmati pendangan lepas kearah Tawang Mangu. Pos ini berada pada posisi 07° 38' 00" LS dan 111° 11' 44" BT dan berjarak lebih kurang sekitar 3.6 km dari pos sebelumnya yaitu Pos III. Ketinggian pos ini 3.099 m dpl
Pos VPOS V (JOLO TUNDO)
Pos ini merupakan pos yang terakhir dan berada pada sebuah areal terbuka yang bisa ditempati beberapa tenda. karena jarak pos ini hanya sekitar 50 m dari sumur Jolo Tundo, sehingga pos ini dimanakan juga Pos Jolo Tundo. Air bisa kita dapatkan dari sumur Jolo Tundo. Berada pada posisi 07° 37' 57" LS dan 111° 11' 46" BT dan dengan ketinggian 3.177 m dpl, dan berjarak lebih kurang 2 km dari Pos IV. Dari Pos V ini kita bisa menyasikan sunrise dan juga tidak jauh dari pos ini terdapat sebuah gua yang dalamnya sekitar 15 m, yang dikenal dengan nama Sigolong-golong
Sendang DerajatSENDANG DERAJAT
Sumur Sendang Drajat ini terletak lebih kurang berjarak sekitar 4.1 km dari Pos V, letaknya persisi dijalur menuju puncak dan Hargo Dalem. Dilokasi sumur ini terdapat beberapa pondok dan juga kamar mandi, di sendang ini kita harus mengisi persediaan air jika kita berencana untuk mendirikan tenda di Hargo Dalem atau disekitar puncak. Berada pada ketinggian 3.171 m dpl, dan pada posisi 07° 37' 43" LS dan 111° 11' 52" BT. Sendang ini dikeramatkan oleh orang jawa dan dipercaya airnya membawa berkah jika mandi dengannya. Selepas dari tempat ini kta dihadapkan pada jalan setapak yang mendatar hanya sedikit tanjakannya. Tak lama kita akan bertemu dengan Pertigaan Puncak dan Hargo Dalem jika jika lurus menuju puncak dan jika berbelok kekanan maka akan sampai ke komplek Hargo Dalem
Kompleks Hargo DalemHARGO DALEM
Komplek Hargo Dalem ini berjarak sekitar 4.5 km dari Sendang Derajat, dengan ketinggian 3.167 m dpl dan pada posisi 07° 37' 32" LS dan 111° 11' 47" BT. Dalem komplek ini terdapat sebuah tempat ritual dan juga terdapat pondok-pondok yang terbuat dari seng, dan digunakan sebagai tempat menginap oleh para penziarah. Selain itu didalam komplek ini terdapat sebuah tempat menarik hasil kreasi dari seorang penduduk yang berupa sebuah pondok yang mirip benteng yang terbuat dari limbah botol plastik, botol beling dan juga kaleng-kaleng hasil dari sampah para pengunjung gunung ini. Dan yang lebih terpuji lagi disini terdapat sebuah WC yang bisa dipakai umum. Tempat ini dinamakan oleh pembuatnya dengan nama Kyai Botol.
Puncak LawuPUNCAK LAWU (HARGO DUMILAH)
Puncak Lawu 3.245 m dpl dan berada pada posisi 07° 37' 38" LS dan 111° 11' 39" BT. Dari puncak kita bisa menikmati pemandangan disekeliling gunung Lawu dan di saat satu suro puncak ini dipenuhi oleh para penziarah yang melakukan ritual pada tiang trianggulasinya yang dikeramatkan bagi yang mempercayainya. Ada banyak tempat untuk mendirikan tenda di kawasan puncak.
RUTE DARI JAWA TENGAH
Berikut adalah urutan dari jalur pendakian lewat Cemoro Kandang Jawa Tengah. Pada jalur pendakian ini cenderung lebih panjang sekitar 12 km karena jalur jalan setapaknya melingkar-lingkar dipinggir punggungan dan terkadang berada diatas jurang yang curam. pada jalur ini persediaan air cukup banyak. Membutuhkan waktu 8-9 jam untuk naik dan 5-6 jam turun.
Cemoro KandangCEMORO KANDANG
Cemoro Kandang berada di wilayah Jawa Tengah, pada ketinggian 1.946 m dpl dan pada posisi 07° 39' 49" LS dan 111° 11' 14 " BT. Disini terdapat sebuah pos pendaftaran sebelum melakukan pendakian, prasarana untuk pendaki disini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Cemoro Sewu.

Pos IPOS I (Taman Sari Bawah)
Pos ini berada pada ketinggian 2.237 m dpl dan pada posisi 07° 39' 00" LS dan 111° 11' 19" BT. Pos ini berjarak lebih kurang sekitar 9.9 km dari Cemoro Kandang. Pos ini berupa sebuah bangunan batu dan beratap seng, didepan pos ini terdapat sebuah lembah yang didasarnya mengalir sebuah sungai. Disamping pondok ada areal untuk mendirikan tenda.
Pos IIPOS II (Taman Sari Atas)
Pos II ini juga berupa sebuah pondok dari Batu beratap seng. Sumber air bisa didapat jika turun sungai yang ada didasar lembah yang berada tepat didepan pos ini. Yang menarik dari pos ini kita bisa melihat kawah gunung ini yang dikenal juga dengan nama Kawah Candra Dimuka. Di pos ini terdapat areal yang luas untuk mendirikan tenda. Ketinggiannya 2.499 m dpl, posisinya 07° 38' 33" LS dan 111° 11' 16" BT, berjarak sekitar 8.4 km dari pos sebelumnya.
Pos IIIPOS III (Penggik)
Pos III ini terletak persis di pertengahan dari jalur pendakian Cemoro Kandang ini, dengan posisi 07° 38' 07" LS dan 111° 11' 03" BT, ketinggian 2.894 m dpl dan berjarak sekitar 28.7 km dari pos sebelumnya. Jalurnya melingkar-lingkar dipunggungan dan ditengah jalan menuju antara Pos III dan Pos IV kita akan menemukan mata air pada posisi 07° 38' 20" LS dan 111° 11' 00" BT pada ketinggian 2.586 m dpl, tepat persis dipinggir jalan setapak.
Pos IVPOS IV (Cokro Suryo)
Disebut Cokro Suryo karena dilokasi pos ini terdapat batu berukir peninggalan zaman Majapahit. Ukiran batu tersebut berupa lingkarang yang bercahaya yang merupakan perlambang dari cakra yang bersinar. Lambang ini adalah merupakan lambang dari kerajaan Majapahit. Pos IV ini sangat luas, akan tetapi pada pos ini tidak terdapat sumber mata air. Sebelum pos ini kita akan menjumpai sebuah mata air yang bernama Sendang Panghuripan. Berada pada posisi 07° 37' 54" LS dan 111° 11' 11" BT
Pos VPOS V (Perapatan)
Pos V ini adalah satu-satunya pos Cemoro Kandang yang tidak mempunyai bangunan pondok. Pos ini merupakan sebuah tanah datar dan di pos ini juga merupakan sebuah perapatan. Jika kekanan Ke Hargo Dumilah, kekiri ke Hargo Tiling, sedangkan lurus ke Hargo Dalem. Pos ini sudah dekat jaraknya dari Hargo Dalem dan tidak ada sumber mata air juga, akan tetapi pemandangan yang lepas membuat tenda di pos ini menjadi menyenangkan.

Perijinan

Perijinan tidaklah berbelit-belit, pada kedua gerbang masuk yaitu Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu terdapat sebuah pos loket petugas. Disini kita mendaftarkan jumlah anggota kita serta menyebutkan rencana pendakian kita. Biaya masuk untuk satu orang adalah Rp.3.000,- Sudah termasuk kupon asuransi, seperti halnya gunung manapun anda diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan. Bawalah setiap sampah yang anda hasilkan. Setiap pendaki harus mempunyai perlengkapan dan peralatan standar untuk pendakiaan gunung. Ada baiknya sebelum anda mendaki tanyakan ke petugas pos tentang sumber mata air di gunung ini terutama sekali saat musim kering. Bila mengalami keadaan darurat di Gunung Lawu, kecelakaan atau rekan yang hilang, kita bisa menghubungi :
SAR SATKORLAK UNS Solo
Jl. Urip Sumoharjo 110 Mesen Surakarta
Telp. (0271) 41799, 47199.

Tempat Menarik

Ada banyak sekali tempat menarik di gunung ini, selain objek wisata alam juga ada objek wisata sejarah serta kebudayaan. Pada tanggal 1 Suro atau tahun baru kalender islam, gunung ini selalu ramai dikunjungi oleh para penziarah untuk melakukan do'a ritual Satu Suro di beberapa tempat yang dikeramatkan di gunung ini. Berikut adalah tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi.
Goa Sikolong-kolongGOA SIKOLONG-KOLONG
Goa ini terdapat tidak jauh dari Pos V jalur Cemoro Kandang, saat kita akan menuju Sendang Derajat, goa ini terlihat dari jalan setapak, tepat berada di sebuah tebing. Dalam goa ini kira-kira 15m. Jika berjalan kesebelah kiri dari goa ini kita juga akan menemukan sebuah goa dan sebuah sendang. Yang terbentuk semenjak runtuhnya punggungan jalan setapak lama menuju puncak dari jalur Jolo Tundo.
Hergo DalemHARGO DALEM
Komplek Hargo Dalem ini merupakan komplek tempat para penziarah melakukan ritualnya. Didalam komplek ini terdapat beberapa bangunan yang fungsinya sebagai pondokan para penziarah.

Kyai BotolPONDOK KYAI BOTOL
Bangunan menyerupai sebuah benteng yang dibuat dari susunan hasil limbah pengunjung yaitu botol aqua, botol beling, kaleng makanan. Semuanya ditata dengan apik, pemilik dari pondok ini adalah penduduk setempat, yang dengan rajin dan tekun mengumpulkan limbah botol dan kaleng, setiap mengunjungi gunung ini. lebih terpuji lagi disini juga terdapat sebuah jamban yang bisa dipergunakan oleh umum
Selain tempat-tempat diatas juga ada sebuah peninggalan zaman Majapahit berupa sebuah batu berukirkan lambang kerajaan Majapahit yang disebut dengan Batu Cokro Suryo. Batu ini terdapat di Pos IV jalur Cemoro Kandang. Selain Jalur Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu, masih ada satu jalur lagi yaitu Jalur Centho, jalur ini tidak highcamp rekomendasikan karena sedikit jauh dibandingkan dua jalur lainnya. Akan tetapi disini bisa kita temukan reruntuhan bekas candi Centho, suatu peninggalan bersejarah yang tak ternilai.